Hello Delta, nice to meet you! By the way, my name is Ernest. So, how are you today?
percayakah anda, bahwa itu benar benar terjadi barusan? ya betul. gw baru saja ngobrol dengan orang bule. namanya juga ngobrol dengan orang bule, jadi tentu aja ngobrolnya using english language. bukan bahasa indonesia, apalagi jawa. meskipun gw cukup jago dalam dua bahasa yang disebutkan terakhir.
oh iya, gw ngobrol dengan si orang bule dalam rangka placement test di EF. dalam rangka mengisi-hari-hari-gw-yang-tanpa-kegiatan, gw berkeputusan buat mengisi hari hari itu dengan les. betul sekali saudara-saudara, dengan les. les akan mengisi hari hari gw selama setahun kedepan untuk menyibukkan diri gw sepertinya. jauh lebih baik lah ketimbang ngelayap haha.
kembali ke saat-saat interview with mr. ernest. a british person who speak english very fast and not-cleared by asian ears. selama interview, sering banget kejadian kayak gini:
so, delta. ()*@(&(#*$(_@_#)@_*$(^*^#*$@&?
i’m sorry sir, could you repeat it again?
yes, of course. so &$&#(*@(&*@^$@(*$(@*)#()(?
errrrrrrrr, sorry sir, slower please
alright, ^*$&@#)($(_@)_$)_@)$_
(bingung sendiri). sorry sir, i’ve still can’t get what do you talk about
so delta, when it rained, what will you do?
pelajaran pertama: bule (dan guru ef) tidak ngomong bahasa inggris seperti kita ngomong bahasa inggris. mereka bicara dengan sangat cepat, bahkan seperti orang berkumur. kita nggak akan mendengar aksen indonesia ataupun aksen medok dari mereka. yang ada hanyalah, aksen ketergesaan mereka untuk menyelesaikan kalimat. apakah ada hubungannya dengan sifat mereka yang selalu bekerja dengan cepat? i dont know. haha
gw jadi inget guru prancis gw, monsieur ruswinarto. dia ngomong dengan bahasa prancis dengan kecepatan standar aja, gw masih sering ga ngerti. apalagi kalo gw denger orang prancis asli ngomong bahasa prancis ya? hm. mana bahasa prancis kan beda lafal beda arti, ckck.
terus, gimana kalo bahasa jerman ya? apalagi kalimat dalam bahasa jerman yang gw ngerti cuma: ich bin delta. sama mungkin, ich liebe dich. dan tak ada lagi kata kata jerman yang gw mengerti. dua tahun yang sia sia ya hm.
kembali lagi ke interview-with-mr-ernest. dan dia pun bertanya:
where are you come from, delta?
asik, gw ditanya tentang dari mana gw berasal. dengan bangganya gw jawab dengan lantang: Yogyakarta! dan surprais! jawaban dari dia adalah:
Oh! so you’re from yogyakarta, huh? i am going to yogyakarta in this december. i’d really want to see the local culture there. its beautiful!
dan niat keisengan gw pun muncul, dan gw pun bertanya dengan agak polos: what do you want to do when you are in yogyakarta? dan jawabannya pun cukup mengesankan:
well, i’d planned to see ramayana dance in prambanan temple, and maybe a day visit to merapi mountain, and of course borobudur temple. and i’m sure there’s many more to visit, because i know, you indonesians has the most beautiful country in the world. from its culture, until its scenery, everything is beautiful in indonesia.
waw. jawabannya pun membuat hati bangga. betul sih, kita memang memiliki negara terindah di dunia.
pelajaran kedua: bule lebih menghargai budaya kita ketimbang kita sendiri. ayo dong indonesia, mereka bahkan berani bilang bahwa indonesia itu terindah di dunia. dari kebudayaanya, sampai kekayaan alamnya. ayo indonesia, masih malu mengaku kalau anda itu orang indonesia? bahkan bule pun udah mengakui lho.
okay delta, nice to meet you. we’re finished. you could wait outside.
dan pembicaraan pun berakhir, dengan kesan. dan juga berakhir dengan masuknya gw di R.E 3. tinggal nunggu telpon deh sampe bisa les.
dan hari hari penuh les pun akan dimulai. hahaha